Selasa, 15 Juli 2008

Kangeeeennn........

Lihat deh!! Itu foto diambil tahun 2006, lho!!! Udah 2 tahun yang lalu kan?
Mulai dari baju merah muter ke atas, ada Wangi, Ajenk, Anien, Maris, aku, Vinda, truz Febi.
Sampai sekarang aku cuma kontak ma Anien, itupun terkadang (lewat friendster).



Duh, aku akhir-akhir ini sering bernostalgia d...


Nginget-inget jaman waktu masih SMP dulu.





Knapa yak??


Apa karena aku kangen mereka?





Hmm...mungkin juga!!!


T'akhir aku ktemu mereka tu waktu Nadia's sweet. Itupun ga ktemu smuanya. Cuma beberapa temen yang Nad kenal doank (yaeyala!!)

Ahh..akhir-akhir ini aku jadi mello d...


Kayak nenek-nenek aja, isinya cuma nginget masa lalu...





Ayo, Eve!!
Jangan lembek gitu........SEMANGAT!!!!
Yeeehhhhaaaa...........!!!!!!!!!

Rabu, 09 Juli 2008

Senyum Menyambut Hari Depan

Sepertinya hari-hariku selanjutnya akan diwarnai kebahagiaan.
Aku sudah memutuskan untuk kuliah di UNDIP. Walaupun aku tak terlalu suka UNDIPnya tapi seenggaknya aku suka teman-teman di sekitar fakultasku. Ada mbak Endiy di Perikanan. Ada mbak Clara diHukum (kaciaann de....!!). Ada Astrid di FISIP. Juga masih ada Bernika di Arsitektur truz ada Rambu, mbak Cici, mas2 di tehnologi perikanan, n laen-laen.......Sepertinya orang-orang ini cukup untuk membuat hariku penuh tawa. Semoga saja begitu, Amin.

Oia, kalo Cha2 berhasil masuk UNDIP berarti ada dia juga...........
Hmm...akan jadi seperti apa ya hari-hari kuliahku???

Senin, 07 Juli 2008


Walau hari-hari yang kujalani (akhir2 ini) sangat berat, aku masih mampu untuk tersenyum. Bersama dengan teman-temanku, tentunya.



Lihatlah!! Tak selamanya perpisahan kelulusan diwarnai oleh tangis, kesedihan. Kami tetap mengukir senyum untuk teman-teman kami meskipun hari-hari kami masih diwarnai kebingungan memilih universitas untuk masa depan kami kelak.


Untuk saat ini, kami hanya berpikir,"Ciptakan banyak senyum hari ini untuk membuat kita tersenyum di hari esok".

Ya, aku setuju dengan hal itu.
Siapa tahu, setelah kami menjalani hidup kami selanjutnya, kami akan membuka kembali memori-memori indah semasa sekolah. Kami akan tersenyum bila melihat foto-foto ini kelak, melupakan kegelisahan yang ada (sementara).

Kupikir cukup baik untuk kelangsungan jiwa kami.
Semoga saja penilaianku saat ini tak salah. Amin.